+62 852-4056-7490 •

Artikel

Soal Cambridge Analytica, Facebook: Data Pengguna Indonesia Tak Disalahgunakan

MAHIRUDDIN 3 Comments Juli 14, 2018
img

JAKARTA - Pada April 2018 ramai soal kasus Cambridge Analytica, di mana 87 juta pengguna Facebook menjadi korban atas kebocoran data. Cambridge Analytica ialah perusahaan konsultan politik yang menggabungkan penambangan hingga analisis data dengan komunikasi strategis selama proses pemilu.

Cambridge Analytica disebut-sebut memakai data dari jutaan pengguna jejaring sosial untuk mempengaruhi hasil pemilu Presiden AS pada 2016. Dari jumlah 87 juta data yang bocor, lebih dari satu juta di antaranya ialah data pengguna Facebook Tanah Air.

Terkini, Reuters pada Jumat (13/7/2018) melaporkan bahwa data pengguna Indonesia tidak disalahgunakan dalam kasus Cambridge Analytica. Raksasa media sosial yang dipimpin Mark Zuckerberg itu meyakinkan pemerintah Indonesia bahwa data pribadi sekira satu juta pengguna tidak diakses oleh konsultan politik Cambridge Analytica.

Indonesia dengan 115 juta orang yang menggunakan Facebook telah meminta kepada perusahaan untuk menjelaskan bagaimana data pribadi pengguna Indonesia bisa bocor melalui kuis kepribadian.

 

 

"Facebook telah melaporkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika bahwa tidak ada data dari pengguna Indonesia yang dikumpulkan," kata Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan pada Jumat, seperti dikutip Reuters.

Seorang pejabat Facebook mengatakan pada April bahwa 1.096.666 data orang di Indonesia mungkin telah di-share atau sebanyak 1,26 persen dari total global.

Baca juga: 5 Tips agar WhatsApp Seolah Tak Aktif untuk Lindungi Privasi

Hal ini menyebabkan Menkominfo Rudiantara mengancam menutup Facebook di Indonesia jika terbukti ada data pengguna Facebook dari Indonesia yang disalahgunakan.

Namun, Facebook mengatakan kepada Reuters pada Kamis, menunjukkan jumlah pengguna Indonesia yang berpotensi data mereka diakses, tetapi belum tentu disalahgunakan.+

  •  
 

"Baik catatan publik dan bukti yang ada dengan kuat menunjukkan Aleksandr Kogan tidak memberikan Cambridge Analytica atau (induknya) SCL dengan data pada orang-orang yang menggunakan Facebook di Indonesia," tambahnya.

Facebook mengatakan Kogan memanen data dengan membuat aplikasi pada platform yang diunduh oleh 270.000 orang, menyediakan akses tidak hanya untuk pengguna tetapi juga data pribadi teman mereka.

 sumber:  okezone.com


Tags: internet

3 Comments

reply

John Doe

June 29, 2014 - 11:23 Proin eget tortor risus. Cras ultricies ligula sed magna dictum porta. Pellentesque in ipsum id orci porta dapibus. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
reply

Diana Doe

June 29, 2014 - 11:23 Proin eget tortor risus. Cras ultricies ligula sed magna dictum porta. Pellentesque in ipsum id orci porta dapibus. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
reply

Melissa Doe

June 29, 2014 - 11:23 Proin eget tortor risus. Cras ultricies ligula sed magna dictum porta. Pellentesque in ipsum id orci porta dapibus. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Peter Doe

June 29, 2014 - 11:23 Proin eget tortor risus. Cras ultricies ligula sed magna dictum porta. Pellentesque in ipsum id orci porta dapibus. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Leave a reply Your email address will not be published.


Allowed HTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Inappropriate and irrelevant comments will be removed at an admin's discretion.
Your email is used for verification purposes only, it will never be shared.